Archive for December, 2007

Three-Some

Sunday, December 30th, 2007

Hampir semua orang pasti pernah nonton bokep. Ngakuuu???!! Huahahaha… 

Okelah,
mungkin emang ada yang ga pernah nonton bokep. Nah, baik yg udah pernah
maupun yg (ngakunya) belom, di bokep-bokep itu biasanya ada satu,
katakanlah, scene dimana para bintang-bintang nan sexy dan hot itu
berasik-masyuk tapi ga seperti layaknya orang yang lagi ‘begituan’ pada umumnya. Maksudnya, ga berdua. Tapi bertiga. Hmm.., yang udah pernah nonton, pasti tau kan?

Hihihi.. ini yang namanya three-some. Ga tau deh kenapa dinamain three-some. Pokonya mereka have sex yang bertiga gitu!

Kadang-kadang ada yang cowonya dua, cewenya satu. Atau sebaliknya.
Dan seringnya sih, kalo cewenya dua tuh, dua cewe itu juga saling
‘gituan’. Ya ala mereka lah. Jadi sang cowo ‘begituan’ ama sang cewe A,
‘begituan’ juga ama si cewe B, sementara cewe A dan B juga saling ‘begituan’. Seperti segitiga aja. Entah itu sama sisi, sama kaki, sama tangan, sama apa kek, pokonya gitu deh.

Entah
ini yang menginspirasi ke dalam kehidupan nyata atau kehidupan nyata
yang menginspirasi adanya style sex yang kaya gitu, ga ngerti juga.
Tapi yang jelas, dalam pertemanan ada yg jadinya begini. Wait! Ini
bukan pembahasan soal cinta segitiga dan semacamnya, atau hubungan
cinta segitiga yang berujung three-some. No! Bukan itu yang mau dibahas disini. 

Seperti yang ditulis diatas tadi, pertemanan. Temenan. Temenan akrab yang
jumlahnya tiga orang, tapi dua diantaranya saling ‘menyerang’.
Menyerang dalam arti kata disini bukannya menyerang secara frontal,
atau gimana-gimana, tapi menyerang dalam arti kata saling bete. Atau
kalo misalnya di adegan bokep yg main three-some itu mereka saling
mesra, yang ini justru sebaliknya. Saling ga suka. Saling bete. 

Oke,
mari kita jauhin pikiran kita dari adegan bokep dulu. (U know it
exactly!). Jadi gini, ada tiga orang yang berteman. Katakanlah,
bersahabat lebih tepatnya. Kemana-mana bertiga. Selalu bertiga. Atau
bahkan ada yang bikin band misalnya. Nah, akrab banget kan?

Kalo lagi ngumpul
bertiga nih, wah semuanya asik banget. Bercanda-canda. Saling ngelempar
joke, dan sebagainya. Everything seems to be fine. Si A asik aja ama si
B, si B seru banget ama si C, si C selalu bikin si A dan B ketawa-tawa.
Begitu juga sebaliknya. So, satu sama lain bener-bener asik. Tapi kalo cuma lagi ada si A dan si B, si A ngomongin
si C. Dan si A curhat abis tentang kelakuan si C yang sebenernya bikin
dia bete or hal-hal yang mengganjal buat si A. Begitu juga si C kalo
lagi berdua dengan si B. Dia juga curhat abis tentang si A. Tentunya
ya, kekeselan si C kepada si A. Kaya rumus matematika atau fisika atau
kimia yang njlimet itu ya!? Si A + B + C
*$#%^^$$#@$%^@#@#^#@)^$%$@XXXXX pusiiiinggg!!

Oke gini aja, ada katakanlah si A namanya Andri, si B namanya Beni,
dan si C namanya Cahya. Kalo lagi bertiga mereka asik, tapi kalo salah
satu dari mereka lagi ga ada alias cuma ngumpul hanya dengan si
penengah alias Beni, Andri dan Cahya curhat tentang hal yang dirasa ga
ngenakin dari kelakuan antara Andri tentang
Cahya atau Cahya tentang Andri. Dan kalo tadinya si Beni hanya jadi
penengah, akhirnya antara Andri dan Cahya saling curhat tentang kelakuan Beni.

Tapi ga ada satupun dari mereka yang saling ngomong langsung ke
orangnya tentang apa yang mereka rasa mengganjal selama ini satu sama
lain. Dan lagi-lagi, mereka hanya bisa curhat satu sama lain kalo lagi
ga ada yang jadi bahan curhatannya disitu. Ini terus menerus terjadi,
dan kalo lagi ngumpul, mereka bertingkah seolah emang semuanya
baik-baik aja.

Ini
sebenernya menyedihkan. Dimana setiap dari mereka lantas mengubur
baik-baik perasaan kesel mereka satu sama lain, dan terpaksa berakting
dengan cengengesan-cengengesan yang payah itu. Tapi setiap abis
ketemuan, yang ada mereka cuma bisa gondok dalam hati. Buat mereka mungkin yang penting ini semua berjalan aja tanpa ada ribut-ribut, gap, or whatever.

Ini
bisa jadi parah kalo terus-terusan didiemin. Dari yang cuma kekeselan
kecil, lama-lama bisa membesar. Ini kaya ngebiarin ada penyakit yang
sebenernya bisa jadi parah kalo ga diobatin. Atau mungkin kaya bola
salju yang menggelinding. Makin lama makin gede.
Mungkin kesalahannya emang ga gede-gede banget. Tapi kalo yang
kecil-kecil tapi keseringan, lama-lama meledak juga. Pukulan yang kecil
satu kali rasanya bisa sakit banget kalo udah ada berpuluh-puluh
pukulan kecil sebelumnya.  

Adalah
lebih baik kalo emang satu sama lain nyempetin diri untuk ngomong dan
nyampein apa yang dirasain selama ini. Menunjukkan kalo kita bete ama
orang itu jauh lebih baik daripada ngumpet-ngumpet dan ngomong
dibelakang. Atau lebih bijaksana jika kita memusuhi orang
terang-terangan daripada pura-pura cengengesan tapi dibelakang
ngutuk-ngutuk ga jelas. Ini juga berlaku bukan buat mereka yang
sahabatan bertiga ini aja, tapi bisa siapa aja. Semua orang. Yang
selalu baik didepan, tapi musuhin dibelakang. 

Bayangin, kalo misalnya dari hal kecil jadi besar dan makin lama bukan cuma kesel tapi benci, tapi tetep baik yang akhirnya malah jadi pura-pura baik dan buntutnya jadi musuh dalam selimut! Hiiiyy..  

So, bilang aja kalo ada yang bikin bete, kesel dan sebagainya. Selalu bikin orang lain tau kalo kita ngerasa ga sreg ama apa yang dia lakuin, dan ga boleh beraninya ngomong dibelakang! Ngomonglah langsung ama
orangnya. Sampein kekeselan itu. Asal kita tau caranya dan ga bikin
masalahnya jadi tambah parah. Bilang baik-baik. Dan tanpa ada kesan
permusuhan sedikitpun. Jangan sampe hanya kesan yang keterima, tapi pesannya ga nyampe. Yang ada malah makin parah, dan pesan yang d
imaksud
ga nyampe sama sekali. Biarkan orang itu tau apa yang ada, dan jangan
mengharapkan pengertian secara natural dari dia. Atau kita ga usah
mikir, tanpa dikasih tau harusnya dia udah ngerti. Karena takutnya malah tambah bikin bete kalo emang dia ternyata ga ngerti.
Mudah-mudahan dengan cara kaya gini, semua jadi kembali baik.

Hmm, cara kaya gini tentunya ga njlimet kaya rumus matematika, fisika, or kimia kan?

Dan mungkin hihihi.., ini sama mudahnya kaya muter VCD or DVD bokep
yang isinya orang lagi pada three-some.. hihihi.. ah.., oh.., yess..

Ini bukan mengkampanyekan nonton bokep or melakukan three-some tentunya! Ingat itu baik-baik! 

 

 

Everybody’s Nice to Me, U Know It!

Monday, December 17th, 2007

Saya adalah seorang pengobrol, yang bolehlah disebut sebagai pengobrol yang kuat. Dalam pengertian, saya bisa saja ngobrol sampai berjam-jam. Apalagi jika saya menemukan teman ngobrol yang tepat menurut saya. Segala macam obrolan bisa kami lahap habis. Dan seringkali obrolan kami itu menghabiskan waktu kami.

Saya suka membicarakan apa saja. Mulai dari hal-hal yang sepele sampai mungkin hal-hal yang ‘dalam’. Dan tentu saja saya dan teman mengobrol saya paling sering saling mengutarakan isi hati. Segala uneg-uneg yang ada. Curhat.

Mulai dari curhat
kejadian sehari-hari, sampai curhat tentang sesuatu yang mungkin bisa
dibilang rahasia. Ini tidak hanya berlaku buat mereka yang menjadi
teman dekat saya saja tentunya. Sering juga saya mendengarkan curhatan
mereka yang sebenarnya tidak terlalu dekat dengan saya.

Dan
dari semua curhatan-curhatan itu salah satunya adalah saya sering
mendengarkan mereka curhat tentang betapa baiknya orang-orang disekitar
mereka. Tentunya ini adalah kabar yang baik. Sayapun turut senang akan hal itu.

Tapi
kadang ada beberapa orang yang bercerita tentang perlakuan baik yang
mereka terima dari orang lain, diperlakukan dengan hormat, dan
terdengar mereka diperlakukan seolah mereka memang sangat luar biasa
sekali. Bahkan lebih dari itu, ada dari mereka yang seolah-olah
memiliki hak khusus untuk diperlakukan istimewa. Mulai dari teman-teman
mereka, keluarga, sampai bahkan atasan mereka.
Misalnya
tentang betapa baiknya atasannya kepadanya. Datang terlambat bukan hal
yang sama sekali jadi masalah. Pulang lebih dulu dari jam yang sudah
ditentukan? Ya boleh-boleh saja! Mengapa tidak. Dan tentunya jika
keorang lain, belum tentu sang atasan berlaku begitu. Bahkan jika yang
melakukan ini orang lain, maka mereka harus menerima sangsi. Tapi jika
dia yang begitu, tentu saja tidak!

Atau
ada juga yang bilang bahwa orang-orang disekitarnya selalu
memperlakukannya dengan baik dan hormat, sampai-sampai hal-hal yang
terkecilpun selalu ia disertakan. Atau dengan kata lain, jika tidak ada dia, maka the show will not go on.
Beberapa kali pula saya kenal dengan seseorang yang seperti ini yang
bilang jika saya menyebut namanya saja, maka nantinya dijamin semua
orang akan memberikan apa yang saya perlukan. Cukup dengan menyebutkan
namanya saja. Hmm, seolah seperti kata-kata ajaib yang dipakai untuk
membuka pintu goa yang berisi harta karun yang melimpah.
Contoh
lainnya juga misalnya seseorang yang bukan siapa-siapa akhirnya kenal
seseorang yang memiliki kedudukan. Atau bisa juga seorang selebriti.
Sang selebriti dan orang yang punya kedudukan ini akhirnya baik
padanya. Lantas ia bilang kesemua orang bahwa sang selebiriti dan orang
yang punya kedudukan itu, itu dekat sekali dengannya. Dan saat ia
mengatakan itu, kedua jari telunjuknya ia pautkan seolah menyerupai
anak rantai yang terpaut satu sama lain. Ia juga mengatakan suatu hari
nanti mereka akan memberikan jaminan kenyamanan dan kemudahan dalam
hidupnya kelak. Entah itu mendapat pekerjaan baru
yang lebih baik dari yang sekarang dia punya, atau keyamanan-kenyamanan
dan kemudahan-kemudahan lainnya. Lalu diujung pembicaraan ia mengatakan
bahwa hanya dirinyalah yang bisa diperlakukan seperti itu dibandingkan yang lainnya.
Dan contoh lain bisa juga adalah tentang seseorang yang sedang melakukan perjalanan disuatu tempat. Ia selalu mendapatkan hak istimewa dari teman-temannya. Dalam arti kata, selalu mendapat perlakuan yang enak-enak. Dijajanin ini lah, itu lah. Diberi tempat duduk yang lebih nyaman dari yang lain lah.Gratis tinggal beberapa hari dihotel ini lah. Dan semua itu, tanpa mengeluarkan uang sepeserpun! Dan masih banyak lagi contoh-contoh lainnya.
Hal
seperti itu sih memang mungkin sudah menjadi rejeki mereka kenapa
sampai ia diperlakukan seperti itu. Tapi sayangnya, sepertinya
terdengar berlebihan saat diceritakan. Karena ujung-ujungnya selalu ada
atau seolah-olah ada kata-kata, ‘kalau orang lain, belum tentu diperlakukan seperti itu’. Ya, baik yang terucap maupun yang hanya tersirat saja.
The point is, mereka hanya ingin mengatakan, “…tidak ada orang lain yang diperlakukan sebaik aku! Aku ini beda! Aku luar biasa! Aku ini mempunyai keistimewaan yang bisa membuat orang jadi berlaku baik terhadapku! Aku memiliki kemampuan yang membuat orang lain menjadi begitu menghargaiku!

Hey, kita memang harus selalu bersyukur atas apapun yang kita miliki, yang kita dapati, meski itu adalah hal yang sangat
kecil sekalipun. Dan tentu saja diperlakukan baik oleh orang lain
adalah hal yang sangat tepat untuk kita syukuri. Dan kalaupun memang
perlakuan-perlakuan istimewa itu benar adanya, agaknya kita jangan
sampai lupa, kalau hal itu bukan menjadikan kita menjadi lebih dari
orang lain.

Rasa
bangga akan hal itu? Mengapa tidak? Kita boleh berbangga hati memiliki
apapun yang menurut kita pantas untuk kita banggakan. Itu hak kita kok.
Tetapi jika hal yang sangat baik ini berubah menjadi sebuah kebanggaan
yang hanya berbuntut sebuah kesombongan, lebih baik kita menyadari
sudah sampai dimanakah kebanggaan itu kita bawa. Atau justru bahkan
bukan membanggakannya, tapi karena benar-benar ingin menyombongkannya
semata? Oh, no!

But hey, I’m not talking about proud ness rite now. I don’t even want to talk about it. Sayapun juga tidak lantas menilai bahwa cerita-cerita atau curhat-curhat seperti ini bohong dan hanya sombong semata tentunya.

Adalah
lebih baik kita menyadari bahwa kebaikan orang kepada kita bukanlah
untuk disombongkan apalagi seolah kita memiliki hak istimewa segala.
Oooohhh… no,no,no..!

“Everybody’s nice to me, u know it!”

Bagaimana jika dirubah jadi, “Everybody’s nice to me. Thanks God.”

Nun Jauh Disana…

Wednesday, December 5th, 2007
Bintang kecil dilangit yang biru
Amat banyak, menghias angkasa
Aku ingin terbang dan melayang
Jauh tinggi ketempat kau berada
Waktu kecil hampir semua dari kita pasti pernah diajarin nyanyi. Salah satu lagu yang sering diajarin kekita waktu kecil ya, lagu Bintang Kecil ini. Lagu ini adalah lagu tentang keindahan akan bintang yang keliatan kecil karena letaknya jauh dari kita. Karna kecil, bintang-bintang yang banyak itu jadi keliatan bagus banget. Kelap-kelip, bertaburan, dan ya, menghias angkasa. Membuat langit tampak lebih indah.

Hmm, selain bintang ada lagi benda angkasa yang juga kelihatan indah. Yaitu, bulan. Apalagi kalo lagi purnama. Bentuknya bulat bersinar. Wah, indah banget.

Keindahan lainnya yang bisa kita nikmati adalah pemandangan alam. Dari jauh pemandangan alam itu nampak bagaikan lukisan yang dari setiap detailnya terlihat begitu sempurna. Ada pemandangan air terjun, pegunungan, kebun teh, laut, dan sebagainya.

Keindahan dari pemandangan-pemandangan ini juga akhirnya memberi inspirasi buat para pelukis untuk mengabadikannya dalam karya-karya mereka, dalam banyak aliran-aliran dalam seni lukis. Dan jadilah lukisan dengan pemandangan yang menjadi objeknya. Lukisan yang indah. Tentunya lukisan juga ga hanya menjadikan pemandangan sebagai objeknya. Tapi bisa yang lainnya. Lukisan foto, dan lain-lain.

Semuanya hal-hal diatas ada kesamaannya. Yaitu, lebih indah kalo diliat dari jarak jauh. Semua seperti menyatu dalam sebuah kesempurnaan yang emang harmonis banget. Cocok satu sama lain. Pokonya pas aja dimata kita.

Mungkin kalo bintang bener-bener kita deketin, keindahannya ga bakalan sama dengan kalo kita liat dari jauh. Ga bakal bekilau seberkilau kalo dari jauh. Malahan mata bisa silau kalo kedeketan. Atau mungkin malah bahaya. Kaya matahari yang emang sebenernya juga bintang itu. Yang ada, kebakar aja gitu! Pastinya, kalo bintang kita liat dari jarak yang bener-bener deket alias kita datengin, tentunya bintangnya ga bakal keliatan bertaburan seperti kalo kita liat dari bumi. Dan begitu juga bulan. Seperti yang kita tau, bulan itu kalo nampak deket malah bopeng-bopeng.

Atau pemandangan, yang ga bakalan seindah yang kita liat dari jauh kalo kita berada ditengah-tengah pemandangan itu sendiri, yang tadinya kita liat dari jauh. Pegunungan yang dari jauh keliatan kaya lukisan, begitu kita ada disitu, yang kita liat adalah pepohonan yang tingginya jauh diatas tinggi kita. Dan mungkin jalan setapak yang becek, dan meletihkan untuk ditempuh. Lautan yang begitu indah, tapi bayangin jika kita ada ditengah-tengahnya? Hmm..

Begitu juga lukisan. Tentunya kalo lukisan emang ga hanya lukisan pemandangan alam aja. Tapi bisa juga lukisan foto seseorang, dan apapun yang bisa dilukis dengan berbagai alirannya. Seperti yang dibilang tadi. Dan semua lukisan baik apapun yang dilukis dan apapun alirannya, bakalan enak untuk diliat dan kita nikmatin dengan ngeliatnya dari jarak tertentu, yang pastinya itu ga deket. Coba deh deketin sebuah lukisan. Liat lukisan itu dari jarak yg dekeeet banget. Yang ada, lukisan itu malah keliatan cuma guratan-guratan yang justru ngebingungin maksudnya apa.

Well, dalam dunia ini emang banyak hal yang justru jauh lebih indah kalo kita ngeliatnya dari jauh. Mungkin ada yang emang indah kalo liat dari deket, tapi jauh lebih indah kalo liatnya dari jauh. Atau justru lebih indah kalo emang letaknya ada nun jauh disana.

Hal ini juga sama dengan hidup kita yang sebenernya tanpa kita sadari justru kita kadang jadi jauh lebih ngerasa nyaman ama hal-hal yang indah tapi yang ga kita punyai. Yang kita hanya bisa liat dari jauh, kita bisa kagumi dari jauh, kita rasa nyaman kalo kita ga berada deket.

Dina suka banget seorang cowo yang satu kampus dengannya. Dia terkagum-kagum ama sang cowo sampe kebayang terus wajahnya dimanapun Dina berada. Secara fisik, cowo ini bikin Dina ga bisa untuk berhenti curi-curi pandang tiap kali mereka ketemu. Apalagi Dina akhirnya tau ada hal-hal lain yang cowo ini miliki. Punya banyak teman, pintar, dan sebagainya.

Sampe ada suatu kesempatan, dimana mereka berdua jadi saling kenal. Dan ternyata, sang cowo selama ini juga suka sama Dina. Akhirnya, setelah proses ini-itu layaknya orang yang pedekate, mereka jadian. Setelah jadian, ketauan deh aslinya sang cowo yg ternyata bukan hanya ga sebagus yang dia kira, tapi emang ancur banget! Segala sesuatu yang akhirnya Dina tau lebih dalam lagi karena kini Dina udah lebih mengenalnya. Walhasil, hubungan selesai sampe disitu. Kekaguman? Lenyap begitu aja.

Buat Lisa, seleb yang berinisial B adalah seleb yang paling pantes jadi idolanya. Dia punya kelebihan yg dimata Lisa lebih dari seleb-seleb lainnya. Pokonya, Lisa ngefans banget ama seleb yang satu ini. Akhirnya, setelah udah bertahun-tahun dia ngefans doang dan cuma bisa ngeliat dari tv, majalah dan media-media lainnya, Lisa berkesempatan ketemu ama sang idola. Tapi pas udah ketemu gitu, sang idola ngecewain banget. Lisa lantas diperlakukan yang ga pantes. Pastinya, ini bikin Lisa berubah. Dari terkagum-kagum jadi eneg! Lisa jadi mikir, mendingan dia ga usah ketemu kalo gini ceritanya. Lisa mikir, ‘kayanya kok dia emang lebih mengagumkan kalo gue cuma tau dari media ya, yang kaya selama ini gue tau aja’.

Dani punya temen yang kenal dari dunia virtual. Awalnya dia kenal sama seseorang yg bernama Gwen itu dari sebuah website. Akhirnya mereka jadi saling kirim message dan lama-lama jadi suka chatting. Pada suatu kesempatan, mereka akhirnya ketemu. Dan ternyata persahabatan yang begitu asiknya selama ini yang terjadi diantara mereka didunia maya itu ga terjadi didunia nyata. Pas udah ketemu, ternyata satu sama lain ngerasa ga cocok. Yang satu ngerasa yang satunya ilfeel ama yang lain, yang lain ngerasa sitemen dunia maya-nya itu ga se-asik waktu chatting.

Kakak beradik Reno dan Aldi dari kecil emang udah sering banget ribut. Dari anak-anak. Orangtuanya aja sampe bingung kenapa dua anak ini ga ada akur-akurnya. Sampe pada saat liburan sekolah, mereka liburan tapi ga barengan alias misah. Nah, saat itulah mereka malah saling kangen. Emaknya jadi makin bingung. Kalo jauh aja kangenan, kalo deket kaya anjing ama kucing. Hal ini berlanjut sampe mereka dewasa dan berumah tangga. Rumah keluarga Reno bersebelahan ama keluarga Aldi. Ketebaklah kejadiannya. Mo udah dewasa kek, mo masih anak-anak kek, tetep aja rame. Rame karena keributan. Adaaa aja yg jadi bahan berantem. Ini entah dua-duanya ga dewasa, atau emang apa. Pastinya kalo emang mereka ga ribut, anak-anak mereka lah yang kelakuannya persis mereka waktu kecil dulu. Berantem ga jarang-jarang. Karena kejadiannya gini-gini mulu, ya udah salah satu dari mereka akhirnya pindah. Bukan hanya ribut-ribut yang akhirnya jadi lenyap, tapi mereka jadi super akur kalo ketemu. Damai bgt. Pokonya semuanya beres. Kalo deket bau busuk, kalo jauh baunya wangi. Kayanya pepatah orangtua jaman dulu yg nyeleneh ini kepake banget nih!

See, there are a lot of things that actually better if they’re far away. Ada hal yang justru lebih baik kalo emang jauh. Yang hanya kita liat aja, hanya kita kagumi tanpa memiliki, hanya kita bisa bilang yang terbaik kala kita ga terlalu tau atau ga terlalu deket. Ga tergapai kita, ga termiliki ama kita, ga tergenggam ama kita.

So, kalo ada hal-hal atau mungkin orang-orang yang emang jauh dari kita, ya.. biarin aja lah jauh, karena mungkin itu yang terbaik.

Atau kalo kita misalnya punya keinginan, dan keinginan itu ga kesampean walau udah diusahain sedemikian rupa, ya udah. Biarin aja. Toh mungkin itu adalah hal yang terbaik dengan engga mencapainya. Tapi hanya dengan mengaguminya aja. Bukannya ini berarti kita lantas jadi orang yang menyerah tentunya. Hanya aja, sekali lagi, ada hal-hal yang emang lebih baik tidak memilikinya. Hmm, ga meraihnya, ga memiliki, ga deket, ga akrab, ga ketemu.

Well, ga usah kita terbang dan melayang untuk berada bersama bintang disana kan? Biarlah itu menjadi sebuah lirik lagu yang akan selalu indah jika kita menyanyikannya sambil mengingat masa kecil kita yang bikin kita suka tersenyum dan mungkin malu sendiri karena terkenang, atau saat orang-orang tua kita menceritakannya kepada kita. Masa yang sudah berada jauh sekali dari sekarang.

Nun jauh diujung sana, ada sebuah keindahan yang akan selalu indah, jika kita melihatnya dari sini…