Everybody’s Nice to Me, U Know It!
Saya adalah seorang pengobrol, yang bolehlah disebut sebagai pengobrol yang kuat. Dalam pengertian, saya bisa saja ngobrol sampai berjam-jam. Apalagi jika saya menemukan teman ngobrol yang tepat menurut saya. Segala macam obrolan bisa kami lahap habis. Dan seringkali obrolan kami itu menghabiskan waktu kami.
kejadian sehari-hari, sampai curhat tentang sesuatu yang mungkin bisa
dibilang rahasia. Ini tidak hanya berlaku buat mereka yang menjadi
teman dekat saya saja tentunya. Sering juga saya mendengarkan curhatan
mereka yang sebenarnya tidak terlalu dekat dengan saya.
dari semua curhatan-curhatan itu salah satunya adalah saya sering
mendengarkan mereka curhat tentang betapa baiknya orang-orang disekitar
mereka. Tentunya ini adalah kabar yang baik. Sayapun turut senang akan hal itu.
kadang ada beberapa orang yang bercerita tentang perlakuan baik yang
mereka terima dari orang lain, diperlakukan dengan hormat, dan
terdengar mereka diperlakukan seolah mereka memang sangat luar biasa
sekali. Bahkan lebih dari itu, ada dari mereka yang seolah-olah
memiliki hak khusus untuk diperlakukan istimewa. Mulai dari teman-teman
mereka, keluarga, sampai bahkan atasan mereka.
tentang betapa baiknya atasannya kepadanya. Datang terlambat bukan hal
yang sama sekali jadi masalah. Pulang lebih dulu dari jam yang sudah
ditentukan? Ya boleh-boleh saja! Mengapa tidak. Dan tentunya jika
keorang lain, belum tentu sang atasan berlaku begitu. Bahkan jika yang
melakukan ini orang lain, maka mereka harus menerima sangsi. Tapi jika
dia yang begitu, tentu saja tidak!
ada juga yang bilang bahwa orang-orang disekitarnya selalu
memperlakukannya dengan baik dan hormat, sampai-sampai hal-hal yang
terkecilpun selalu ia disertakan. Atau dengan kata lain, jika tidak ada dia, maka the show will not go on.
Beberapa kali pula saya kenal dengan seseorang yang seperti ini yang
bilang jika saya menyebut namanya saja, maka nantinya dijamin semua
orang akan memberikan apa yang saya perlukan. Cukup dengan menyebutkan
namanya saja. Hmm, seolah seperti kata-kata ajaib yang dipakai untuk
membuka pintu goa yang berisi harta karun yang melimpah.
lainnya juga misalnya seseorang yang bukan siapa-siapa akhirnya kenal
seseorang yang memiliki kedudukan. Atau bisa juga seorang selebriti.
Sang selebriti dan orang yang punya kedudukan ini akhirnya baik
padanya. Lantas ia bilang kesemua orang bahwa sang selebiriti dan orang
yang punya kedudukan itu, itu dekat sekali dengannya. Dan saat ia
mengatakan itu, kedua jari telunjuknya ia pautkan seolah menyerupai
anak rantai yang terpaut satu sama lain. Ia juga mengatakan suatu hari
nanti mereka akan memberikan jaminan kenyamanan dan kemudahan dalam
hidupnya kelak. Entah itu mendapat pekerjaan baru
yang lebih baik dari yang sekarang dia punya, atau keyamanan-kenyamanan
dan kemudahan-kemudahan lainnya. Lalu diujung pembicaraan ia mengatakan
bahwa hanya dirinyalah yang bisa diperlakukan seperti itu dibandingkan yang lainnya.
tentang seseorang yang sedang melakukan perjalanan disuatu tempat. Ia selalu mendapatkan hak istimewa dari teman-temannya. Dalam arti kata, selalu mendapat perlakuan yang enak-enak. Dijajanin ini lah, itu lah. Diberi tempat duduk yang lebih nyaman dari yang lain lah.Gratis tinggal beberapa hari dihotel ini lah. Dan semua itu, tanpa mengeluarkan uang sepeserpun! Dan masih banyak lagi contoh-contoh lainnya.seperti itu sih memang mungkin sudah menjadi rejeki mereka kenapa
sampai ia diperlakukan seperti itu. Tapi sayangnya, sepertinya
terdengar berlebihan saat diceritakan. Karena ujung-ujungnya selalu ada
atau seolah-olah ada kata-kata, ‘kalau orang lain, belum tentu diperlakukan seperti itu’. Ya, baik yang terucap maupun yang hanya tersirat saja.
Hey, kita memang harus selalu bersyukur atas apapun yang kita miliki, yang kita dapati, meski itu adalah hal yang sangat
kecil sekalipun. Dan tentu saja diperlakukan baik oleh orang lain
adalah hal yang sangat tepat untuk kita syukuri. Dan kalaupun memang
perlakuan-perlakuan istimewa itu benar adanya, agaknya kita jangan
sampai lupa, kalau hal itu bukan menjadikan kita menjadi lebih dari
orang lain.
bangga akan hal itu? Mengapa tidak? Kita boleh berbangga hati memiliki
apapun yang menurut kita pantas untuk kita banggakan. Itu hak kita kok.
Tetapi jika hal yang sangat baik ini berubah menjadi sebuah kebanggaan
yang hanya berbuntut sebuah kesombongan, lebih baik kita menyadari
sudah sampai dimanakah kebanggaan itu kita bawa. Atau justru bahkan
bukan membanggakannya, tapi karena benar-benar ingin menyombongkannya
semata? Oh, no!
But hey, I’m not talking about proud ness rite now. I don’t even want to talk about it. Sayapun juga tidak lantas menilai bahwa cerita-cerita atau curhat-curhat seperti ini bohong dan hanya sombong semata tentunya.
lebih baik kita menyadari bahwa kebaikan orang kepada kita bukanlah
untuk disombongkan apalagi seolah kita memiliki hak istimewa segala.
Oooohhh… no,no,no..!
“Everybody’s nice to me, u know it!”
Bagaimana jika dirubah jadi, “Everybody’s nice to me. Thanks God.”
December 17th, 2007 at 10:29 am
hm..pertama2,ijinkanlah saia utk mengatakan.. ” LAPERRR EUYY!!! “.. Ok.. ” Misalnya tentang betapa baiknya atasannya kepadanya “.. saia kenal ni org yang begini gelagatnya. hahaha.. Pdhl,dulu,waktu awal2 kita semua pd msh training, dia ga se”belagu2″ itu juga,cuma krn sering dipuji ama bos,jadinya senga’ gitu.Selalu nyari2 alesan buat nyelipin cerita kl hari ini dia dipuji ( again ! ).
Mgkn sbnrnya mrk ga ngeliat itu semua sbg wujud kl people are nice to them,tp sbg celah utk bisa ” PAMER “.
kalo mrnt gw sih gitchyu.
December 27th, 2007 at 8:06 pm
hmm.. kayanya gw ngga tuh.. hahahaha..!! but kinda agree with miss. bitterness.. cuma ajang untuk pamer, dan pengen banget kalo orang2 tuh pada ngiri ama mereka.. dan ngerasa diatas angin pada saat seeorang bilang “duh.. enak banget loe yaa punya bos/temen/etc kaya gitu..”.
Mereka pasti berasa kaya baru nenggak pitamin (gw ga enak nih kalo bilang drugs hehehe)..
February 5th, 2008 at 9:01 pm
sebelumnya gw ucapiin selamat dah… buat yg ngedapetin rejeki seperti yh loe bilang..enak banget punya atasan yg kaya gitu…tapi ingat!!!!!!…
zaman sekarang ini kalo ada yg berbuat baik secara agak berlebihan harus ati ati… buntut nya itu lo yg kaga nahaaannnn……pasti ada maunya ato pun ada yg lagi diincar ama loe……