Archive for March, 2008

Pindahan

Tuesday, March 18th, 2008

Hallooo…

Gw cuma mau ngasih tau, buat lo lo yang sempet baca2 blog gw ini, kalo gw ga akan ngepost or nulis diblog ini lagi. Tulisan or postingan gw yang kemaren ini adalah yang terakhir. Tapi maksudnya terakhir disini. Gw bukan berhenti nulis, tapi pindahan aja.

Eniwe, blog gw tempat gw pindahan adalah: http://heymrtj.blogspot.com/

tinggal klik aja deh dialamat tsb.

Dan gw juga punya blog satu lagi, tapi yang satu itu blog yg isinya cerita sehari2 gw. klik aja ke

http://getcloser2tj.blogspot.com/

Tapi mungkin gw akan terus update blog gw yg di fs ini, tapi hanya utk info tiap kali gw meng-update blog gw yg di blogspot itu.

So, buat lo lo yang udah merelakan waktunya utk baca2 dan ngasih komen disini, gw ucapin terima kasiiihh banget. Makasih banyak yaa..

Tetep baca2 tulisan gw, yaa.. cuma pindahan kok!

Best Regards

TJ

Do We Need to Fall Just to Know How to Fly Higher?

Tuesday, March 11th, 2008
Setiap orang punya pengalaman buruk dalam hidupnya. Dan dari pengalaman itu akhirnya kita bisa mengambil hikmah atau paling tidak, tau rasanya mengalami hal yang buruk itu.

Ada yang putus cinta, dimusuhi orang, pertemanan yang jadi tidak sebaik sebelumnya, dan masih banyak lagi hal-hal yang serupa.


Dan tidak bisa dipungkiri banyak juga dari hal-hal yang buruk itu membuat kita jadi trauma. Walau alangkah sangat baiknya jika hal-hal buruk tersebut tidak pernah menjadikan kita trauma, tetapi justru menjadikan kita lebih kuat, lebih pintar, dan lebih bijak.

Seorang gadis lugu selalu sedih jika putus cinta. Tetapi pada kesekian kalinya ia putus cinta, ia tidak merasakan lagi kesedihan yang sama seperti pada saat ia putus cinta sebelum-sebelumnya. Ia kini sudah bisa mengambil segala sesuatu yang baik untuknya dari pengalamannya itu. Ia jadi lebih kuat menghadapi itu. Kini ia merasa hal itu bukanlah hal yang bisa menghentikan langkahnya, menjadikannya terpuruk, berlarut-larut, dan menjadikannya sebagai akhir dari segala-galanya. Bahkan ia jadikan itu sebagai pemacu hidupnya agar jadi lebih baik.

Dimusuhi orang-orang disekitarnya menjadikan seorang pria berperangai buruk merasa tidak nyaman. Tetapi pada akhirnya ia mengubah perangainya menjadi lebih baik, karena sudah kesekian kalinya ia mendapatkan kesusahan dari perangainya itu, dan ‘jauh’ dari lingkungan sekitarnya. Setelah ia ubah itu semua, hidupnya jadi jauh lebih baik. Perasaan dimusuhi itu perlahan-lahan hilang. Dan ia merasa amat nyaman kini.

Dua orang yang bersahabat kini saling bermusuhan. Satu dari mereka membuat persahabatan yang mereka bina selama bertahun-tahun jadi berantakan. Yang satu merasa bersalah, yang lain merasa terjahati. Pada akhirnya mereka mencari jalannya masing-masing dan tidak bersahabat lagi. Si pembuat persahabatan antara mereka jadi buruk lantas merasa kehilangan dan berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak melakukan hal yang sama jika ia memiliki sahabat lagi. Ini ia lakukan karena persahabatan yang ia bina dengan sahabatnya dulu itu tidak mungkin bisa tersambung kembali. Sedangkan yang merasa terjahati itu tidak akan pernah sembarangan mempercayakan seseorang untuk menjadi sahabatnya.

Semua ada hikmahnya, semua ada sisi baiknya. Itu semua membuat kita lebih hati-hati, lebih bijak, lebih pintar dan tentu saja lebih kuat. Pengalaman mengajarkan seseorang untuk tidak menjadi orang yang melakukan hal yang pernah merugikan dirinya lagi. Sedih, berlarut-larut, dijauhi orang lain, hancurnya sebuah persahabatan, dan lain sebagainya. Pengalaman membuat seseorang lebih baik.

Tapi apakah perlu kita mengalami itu semua untuk jadi orang yang tau rasanya segala hal-hal yang menyakitkan itu? Apakah perlu kita beberapa kali jatuh cinta dan akhirnya putus untuk tau rasanya sakit hati karena cinta? Apakah perlu kita dimusuhi orang-orang dilingkungan kita untuk berubah menjadi orang yang berperangai baik? Atau juga, apa perlu kita bersahabat lantas kita sakiti sahabat kita untuk akhirnya menjadi orang yang menghargai persahabatan? Dan pula apakah perlu kita berhati-hati memilih sahabat dengan mengalami persahabatan yang merusak dan menyesakkan terlebih dahulu?

Tidak. Kita sebenarnya tidak perlu itu. Kita seharusnya tidak perlu harus jatuh terlebih dahulu untuk tau bagaimana melakukan hal yang terbaik untuk mendapatkan hal yang baik dalam hidup kita.

Adalah antara lain, orang-orang yang sangat baik yang mau menceritakan atau membagi pengalamannya kepada kita bagaimana hal-hal seperti itu pernah mereka alami. Atau mungkin tidak secara langsung bercerita atau berbagi dengan kita, tetapi sempat kita mendengar ceritanya. Dan dari apapun yang bisa menginspirasikan kita lainnya. Misalnya kita membaca buku, artikel dan film, bahkan lagu. Kita bisa terinspirasi untuk menjadi orang yang baik dan lebih baik. Kita tidak perlu mengalami hal-hal yang buruk itu terlebih dahulu untuk menjadikan diri kita lebih kuat, labih bijak, lebih pintar, dan pastinya lebih baik. Atau tau rasanya sakit hati dengan cara mengalaminya sendiri.

Kadang kita memang menganggap cerita pengalaman seseorang adalah hanya sebuah cerita seru yang ia alami. Atau mungkin kita merasa kasihan padanya. Atau bisa jadi kita hanya menganggapnya angin lalu. Atau hal-hal lain yang sebenarnya bisa sangat menginspirasikan kita, hanya kita anggap sebagai hiburan atau semacamnya. Padahal ini bisa jadi adalah kesempatan kita untuk menjadi orang yang lebih baik dan orang yang lebih siap menghadapi kemungkinan yang buruk tanpa harus melalui, katakanlah, ‘ujian-ujian’ terlebih dahulu. Toh, jika kita akhirnya berada diposisi seperti yang mereka alami, kita seolah adalah orang yang sudah sangat berpengalaman. Seolah kita sudah pernah melewatinya dan tau rasanya. Kita sudah bisa menanganinya. Dan akhirnya kita bisa jauh lebih baik dari yang lebih baik karena akhirnya pernah mengalaminya juga.

Kemungkinan rasanya dan tidak akan sama, dan mungkin yang akan terjadi tidak akan persis sama dengan hanya mendengar atau melihat pengalaman orang lain dibandingkan mengalaminya sendiri. Tapi paling tidak, mungkin akan jauh lebih baik ketimbang kita tidak tau apa-apa. Dan jika kita buka mata, pasang telinga, kita tidak perlu sampai akhirnya terpuruk, berlarut-larut dan mungkin putus asa. Kekuatan diri kita sudah kita bangun sebelum hal-hal itu terjadi. Semua itu bisa terjadi jika kita percaya bahwa kita mampu tanpa hal itu terjadi terlebih dahulu.

So, tak perlu jatuh dulu untuk berdiri lebih tegak. Atau menjadi orang yang baik itu tidak perlu menjadi orang yang jahat terlebih dahulu. Dan jangan takut untuk apapun. Jalan terus. Kita sudah tau, dan akhirnya kita sudah siap!

Hmm, are you ready?